Hobi

Tak Sekadar Rapi Jali, Konvoi Bermotor demi Melawan Kanker Prostat

person access_time 7 months ago remove_red_eyeDikunjungi 572 Kali
Tak Sekadar Rapi Jali, Konvoi Bermotor demi Melawan Kanker Prostat

Foto: Fachrizal Muliawan (kaltimkece.id)

Deru sepeda motor didedikasikan bagi penderita kanker prospat. Berkonvoi sambil berdonasi.

Ditulis Oleh: Fachrizal Muliawan
02 Oktober 2018

kaltimkece.id Suara knalpot 130 sepeda motor dari berbagai jenama menderu dengan buas di halaman parkir Juanda Avenue, Jalan Ir H Juanda, Samarinda. Seluruh sepeda motor laki-laki serupa Harley Davidson itu telah dimodifikasi. Tangki bahan bakarnya di depan penunggang dengan penarik kopling di sebelah kiri kemudi. Tempat duduknya tunggal sehingga tidak memungkinkan berboncengan. 

Ahad, 30 September 2018, kuda-kuda besi berbadan gemuk itu mengitari jalan protokol di Samarinda. Hampir semua sepeda motor telah dimodifikasi dalam sejumlah aliran. Sedari classic look seperti scrambler, cafe racer, hingga old school chopper. Beberapa di antaranya merupakan motor klasik keluaran Birmingham Small Arm dan Norton. 

Para pemilik sepeda motor sedang mengikuti Distinguished Gentleman’s Ride (DGR) 2018. DGR adalah kegiatan amal tahunan para pemotor klasik sedunia. Kegiatan bertujuan menggalang dana untuk mendukung penderita kanker prostat dan pencegahan bunuh diri (The Quintessential Grooming Guide for the Modern Gentleman, 2017). 

Yang membedakan DGR dengan konvoi sepeda motor lainnya adalah busana. Para pengendara mesti berdandan rapi dan elegan. Tidak ada citra pemotor berjaket kulit hitam, sepatu bot, dan berpakaian serba hitam. Para rider DGR justru mengenakan jas, dasi, celana kain, dan sepatu pantofel. Sebagian berpakaian resmi modern, ada pula yang bergaya tempo doeloe. Pakaian mereka sesungguhnya lebih cocok ke pesta kaum kaya raya ketimbang bermotor di jalan raya. 

Di seluruh dunia, konvoi DGR biasanya memakai sistem bergelombang ketika diikuti ratusan peserta. Mereka tidak boleh terlalu bergerombol dan mencolok agar tidak mengundang perhatian polisi. Namun tidak halnya di Samarinda. DGR yang pertama kali diadakan pada 2017 di Kota Tepian haruslah di bawah pengawalan kepolisian. 

“Pengawalan ini adalah aturan yang tidak boleh dilanggar. Mungkin di luar negeri, rolling thunder (konvoi) tanpa pengawalan polisi tidak apa-apa,” terang Jordy Andre Chisara, ketua panitia DGR 2018 Samarinda, kepada kaltimkece.id.

Dia menambahkan, panitia mengumpulkan donasi dari kegiatan ini. Hasilnya disumbangkan kepada Komunitas Support Kanker (KSK) Kaltim, sebagaimana tujuan awal DGR.

Awal Mula DGR

Pada 2012, Mark Hawwa mendapat inspirasi dari foto Donald Francis alias Don Draper, karakter protagonis dalam serial televisi Amerika berjudul Mad Men. Don Draper sedang mengendarai sepeda motor klasik dan bergaya necis. Figur fiksi yang diperankan aktor Jon Hamm itu membuat Mark mencetuskan sebuah gerakan memerangi stereotipe pengendara sepeda motor yang arogan. Dia memulai gerakan bermotor dengan pakaian necis. Konvoi juga mesti mematuhi aturan lalu lintas seperti mengenakan helm, tak melewati batas kecepatan maksimum, dan tak menerobos lampu lalu lintas. 

Baca juga:
 

Mark mengadakan DGR di kota asalnya, Sidney, Australia. Idenya didukung banyak pemotor di seluruh dunia. Pada tahun pertama saja, 64 kota di dunia mengadakan DGR yang diikuti 2.500 bikers. Kemudian pada 2013, DGR diadakan dengan citra positif yaitu memberi dukungan moral kepada penderita kanker prostat dan mencegah aktivitas bunuh diri. Setelah rutin diadakan selama enam tahun, sebanyak 112.426 pemotor mengikuti acara yang dijadwalkan setiap hari Minggu terakhir di bulan September ini. 

Kanker Prostat

Gangguan prostat kerap dituduh sebagai salah satu risiko dari mengendarai sepeda dan sepeda motor. Konon, penyakit itu muncul karena getaran selama berkendara. Faktanya, itu hanyalah mitos. Hal inilah yang dikampanyekan peserta DGR. Sebagai bentuk kepedulian yang lain, donasi dari DGR didedikasikan kepada penderita kanker prostat. 

Menurut Muhammad Ishaq Hardiansyah, dokter spesialis urologi dari RSUD AW Sjahranie di Samarinda, bersepeda maupun mengendarai sepeda motor justru baik bagi tubuh. Aktivitas tersebut merangsang area perineum pada pria. Perineum adalah area antara dubur dan organ reproduksi eksternal. Rangsangan di tempat itu dapat meningkatkan gairah bagi laki-laki.

Secara anatomi, kelenjar prostat berada di bawah kandung kemih dan melingkar di saluran kencing bagian luar. Sementara kanker prostat adalah gangguan yang tidak memperlihatkan gejala yang jelas. Ketika pembengkakan prostat mulai menyebar, ditandai dengan sering buang air kecil terutama pada malam hari. Pada saat di kamar mandi, buang air kecil memerlukan waktu lama dan disertai nyeri.

Pemeriksaan awal kanker prostat biasanya dengan rektal touche (colok dubur). Ishaq menjelaskan bahwa kanker prostat sebenarnya disebabkan sel yang termutasi berkali-kali. Namun, pada suatu saat, gen repair gagal memperbaiki sel-sel yang termutasi itu. Keadaan tersebut bisa disebabkan kelainan genetik. Menghindari rokok yang terbuat dari kertas yang disiram ekstrak tembakau dapat mengurangi risiko mutasi sel. “Demikian pula konsumsi alkohol harus dihindari. Berat badan mesti dijaga karena timbunan lemak berlebih bisa menginduksi mutasi gen,” jelas Ishaq. 

Satu hal lagi yang mesti dikurangi adalah mengonsumsi bahan-bahan karsinogenik. Zat karsinogenik ditemukan dalam bahan pengawet dan aromatik yang mempercepat mutasi gen.  

So, mau ikut berkendara sambil beramal? Tunggu kegiatan berikutnya tahun depan. (*)

Editor: Fel GM

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar