Peristiwa

Investigasi KNKT soal Kecelakaan di Muara Rapak, dari Faktor Teknis hingga Kelelahan Mengantre Solar

person access_time 5 months ago remove_red_eyeDikunjungi 745 Kali
Investigasi KNKT soal Kecelakaan di Muara Rapak, dari Faktor Teknis hingga Kelelahan Mengantre Solar

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahyono. (foto: istimewa)

Penyebab kecelakaan maut di Balikpapan itu mulai terungkap. Sopir truk disebut gagal mengerem dari 200 meter sebelum masuk simpang Muara Rapak.

Ditulis Oleh: Surya Aditya
Kamis, 23 Juni 2022

kaltimkece.id Kecelakaan beruntun di Muara Rapak, Balikpapan Utara, pada Jumat, 21 Januari 2022, mengungkap fakta baru. Sopir truk yang menyebabkan kecelakaan ditengarai tak hanya gagal mengendari kendaraan tapi juga mengalami kelelahan. Sulit mencari solar disebut sebagai biang keroknya.

Hal itu berdasarkan investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kamis, 23 Juni 2022, di kantor Pemkot Balikpapan, petugas dari KNKT membeberkan faktor-faktor yang berkontribusi menyebabkan kecelakaan tersebut.

Pertama, truk bernomor polisi KT 8534 AJ yang menyebabkan kecelakaan menggunakan persneling tinggi saat menuruni tanjakan Muara Rapak. Hal ini membuat pengemudinya melakukan pengereman berulang kali sehingga tekanan angin di tabung anginnya menjadi turun.

“Saat memasuki turunan, truk tersebut menggunakan persneling tiga,” beber pelaksana tugas Kepala Sub Komite Lalulintas Angkutan Jalan (LLAJ), KNKT, Achmad Wildan.

_____________________________________________________PARIWARA

KNKT menemukan bahwa tekanan angin di tabung angin truk saat memasuki simpang Muara Rapak hanya tersisa 5 bar. Adapun ambang batas minimalnya adalah 6 bar. KNKT juga menemukan celah kampas truk tersebut lebih dari 2 milimeter sementara ambang batasnya maksimal 0,4-0,6 mm. Sedangkan sistem remnya, baik brake valve dan hydrolik lines, dipastikan dalam kondisi normal.

Tekanan angin yang di bawah ambang batas itu menyulitkan pengemudi menekan pedal rem karena bantuan pneumatic untuk mendorong minyak rem sudah tidak ada. Hal inilah yang diyakini KNKT menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut. Pengemudi disebut tidak bisa melakukan pengereman kendaraan dari 200 meter sebelum masuk simpang Muara Rapak.

“Menggunakan hand brake juga tidak akan menolong karena sistem remnya menggunakan air over hydraulic brake,” imbuh Achmad Wildan.

Baca juga artikel sebelumnya: Kesaksian Korban Kecelakaan Maut di Muara Rapak, Balikpapan, Dihantam Dua Kali, Kedua Kaki Patah

Akan tetapi, faktor pengereman tersebut bukan satu-satunya penyebab kecelakaan maut itu. Ketua KNKT, Soerjanto Tjahyono, menambahkan, pada hari nahas itu terjadi, sopir truk mengalami kelelahan akibat kelamaan mengantre solar.

“Kami harapkan, masalah kelelahan sopir ini bisa ditanggulangi,” ujarnya. Ia menjelaskan, hasil investigasi ini tidak bisa dijadikan bukti di persidangan. Hanya saja, ia berharap, penyelidikan ini bisa menjadi pembelajaran semua pihak agar kasus kecelakaan tidak terjadi lagi.

“Kita dukung perbaikan bersama. Angkutan barang ini juga pahlawan. Kalau enggak ada mereka, ekonomi bisa macet. Oleh karena itu, kita perbaiki sama-sama agar angkutan barang bisa memiliki keselamatan yang baik,” tambahnya.

Sementara itu, penaggung jawab Sekretaris Daerah Balikpapan, Muhaimin, memberikan apresiasi kepada semua pihak, terutama KNKT, yang terlibat dalam mengungkap kecelakaan di Muara Rapak. Sebagai tindak lanjutnya, Pemkot Balikpapan dipastikan memperketat pengawasan lalu lintas. Salah satunya dengan membatasi waktu lalu lintas kendaraan bertonase besar di jalan-jalan dalam kota. Ia juga berharap, hasil penyelidikan KNKT ini bisa menjadi evaluasi semua pihak agar kecelakaan tidak terjadi lagi.

_____________________________________________________INFOGRAFIK

“Mengingat pentingnya simpang Muara Rapak ini bagi denyut nadi perekonomian Balikpapan, maka kita berkewajiban melakukan pembenahan agar aktivitas lalu lintas di Balikpapan bisa lebih aman,” seru Muhaimin.

Kecelakaan beruntun lima bulan lalu itu melibatkan satu truk, empat mobil, dan 14 sepeda motor. Dalam peristiwa ini, lima orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka. Kini, sopir truk yang menyebabkan kecelakaan tengah diadili di persidangan. (*)

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar