Gaya Hidup

Mencoba Selis New Balis, Berkendara Sepeda Motor yang Serasa Naik Mobil

person access_time 1 week ago remove_red_eyeDikunjungi 13941 Kali
Mencoba Selis New Balis, Berkendara Sepeda Motor yang Serasa Naik Mobil

Selis New Balis, kendaraan listrik roda tiga (foto: Naleandro Priyambodo/kaltimkece.id)

Kehadiran kendaraan listrik roda tiga ini sempat bikin heboh Samarinda. kaltimkece.id mencoba Selis New Balis sekaligus mencatat performanya.

Ditulis Oleh: Nalendro Priambodo
03 Desember 2019

kaltimkece.id Hampir semalaman, Elis Palinggi dibalut penasaran. Kemunculan kendaraan listrik yang diunggah di grup Facebook Bububan Samarinda sedikit mengganggu pikiran perempuan 45 tahun ini. Makanya, keesokan hari pagi-pagi sekali, ia sudah berangkat. Warung kelontongannya di Palaran, Samarinda, tutup dulu hari itu.

Senin, 2 Desember 2019, Elis diantar suaminya datang ke sebuah outlet di Jalan Biawan. Di diler resmi bernama Selis Mahakam itulah, Elis menghapus penasaran. Dua kendaraan roda tiga sudah di hadapannya. Selis New Balis, demikian jenama kendaraan itu.

Perempuan berbadan subur ini bergegas melihat setiap detail kendaraan ketika kaltimkece.id juga tiba di diler. Seorang karyawan kemudian menerangkan spesifikasi kendaraan. Sepintas, lampu penerangan depan sepeda listrik roda tiga ini mirip sepeda motor matik Honda PCX keluaran 2014. Kaca mika lebar memanjang dan runcing ke samping menjadi ciri khasnya. Matanya adalah dua bola lampu jenis halogen merah. Seinnya memanfaatkan LED.

Kaki-kaki depan terdiri dari sepasang tabung peredam kejut. Ban tubeless ukuran 130/60 dengan radius 12 merek Wanda melingkar di pelek aluminium hitam berlapis krom tanpa merek. Kaki depan dilengkapi rem cakram baja dengan dua piston merek HSK. Sistem pengereman sejenis terpasang di dua roda belakang. Pengoperasiannya lewat dua tuas rem di kemudi kiri dan kanan. Tiada beda dari sepeda motor matik.

Yang membuat Selis New Balis berbeda tentu saja karena sepeda listrik ini memiliki atap dan pintu. Untuk pintu penumpang yang mengapit di sisi kiri dan kanan dilengkapi pengaman kunci analog. Cara membuka pintu serasa membuka mobil. Bedanya, belum ada remote control karena masih menggunakan kunci analog. Di panel dalam pintu tersemat engkol pemutar untuk menaikkan dan menurunkan kaca. Tak ada power window. Kaca penutup ini hanya di sisi depan dan samping. Untuk sisi belakang penumpang hanya dilapisi mika.

Lekukan bodi yang halus nan sederhana adalah ciri utama. Bentuk Selis New Balis segera mengingatkan kepada desain mobil listrik ultracompact Twizzy besutan Renault Samsung Motor Corp 2014 silam. Di bagian belakang bodi, relatif datar dengan sedikit lekukan di bagian atas. Saklar pengisian daya listrik terpasang di tengah buritan kendaraan. Persisnya, di antara kaca mika belakang dan lampu stop LED. Ukuran kendaraan ini cukup mungil. Panjang keseluruhan 225 sentimeter, lebar 115 sentimeter, dan tinggi 150 sentimeter.

kaltimkece.id mencoba masuk kendaraan. Pengalaman pertama duduk di kursi jok pengemudi serasa mengendarai bajai di Jakarta. Kabin kemudi tidak terlampau mewah. Ada panel lampu dan klakson di sisi kiri setang. Saat diparkir, setang ini bisa dikunci seperti sepeda motor kebanyakan. Sisi dashboard kiri tak kalah bersahaja. Tombol pengoperasian tersemat. Ada N untuk netral, D memajukan kendaraan, dan R untuk mundur. Ada pula tuas wiper kaca depan. Satu-satunya panel digital berfungsi sebagai speedometer, penunjuk daya listrik, dan jarak tempuh.

Pengemudi bisa mengatur jarak jok dengan setang. Jok Selis New Balis berbahan karet sintesis. Setangnya mirip Yamaha Maxi Series seperti  NMax. Pengemudi dengan tinggi badan 180 sentimeter masih cukup nyaman duduk di jok kemudi. Kendaraan berbobot bersih 380 kilogram ini bisa diisi tiga penumpang dengan berat maksimal 300 kilogram.

Salah satu keunikan --bisa dibilang sebagai keunggulan-- Selis New Balis adalah atapnya. Penumpang tak perlu khawatir kehujanan maupun kepanasan. Jika hari sedang terik, kipas mungil di bagian kiri kemudi dan lubang ventilasi di bawah dashboard tersedia mengusir gerah.

"Saya tertarik melihat desainnya. Cocok buat ibu-ibu, tidak kepanasan dan kehujanan," ucap Elis sambil berswafoto di samping Selis New Balis.

Tenaga Listrik

Energi utama Selis New Balis berasal dari pembangkit daya berupa baterai asam timbal yang disegel tegangan 60 volt dan 45 ampere. Istilah umumnya aki kering tertutup. Daya dari baterai merek Selis inilah yang menggerakkan motor listrik tipe brushless DC 60/72 Volt 1.500 watt.

Motor listrik ini terhubung ke penggerak roda belakang. kaltimkece.id mencoba mengkonversi daya kuda yang dihasilkan dari 1.500 watt motor listrik. Lewat aplikasi converterlive, daya yang disemburkan New Balis mencapai 2,01 tenaga kuda. Sebagai perbandingan, motor matik berbahan bakar premium dengan dapur mesin 110 cc menyemburkan 6-7 tenaga kuda. Meski demikian, pabrikan mengklaim, Selis New Balis bisa melaju di kecepatan maksimal 45 kilometer per jam.

Untuk pengisian baterai, sedari 0 sampai 100 persen, membutuhkan waktu tujuh jam. Cukup dicolokkan ke soket yang biasa ditemukan di rumah. Pemilik juga tak perlu khawatir kelewatan isi daya. Ada fitur memutuskan aliran jika baterai sudah penuh.

PT Juara Bike asal Tangerang, Banten, mengklaim Selis New Balis lebih ramah lingkungan dan biaya ketimbang sepeda motor matik kapasitas 110 cc berbahan bakar premium. Penjelasannya, sepeda motor konvensional perlu 1 liter premium seharga Rp 6.500 untuk 25 kilometer. Jika dikonversi, Rp 262 per kilometer.

Selis New Balis lebih hemat. Untuk menghabiskan 3,85 kilowatt daya yang tersimpan di baterai, bisa menghabiskan 50 kilometer. Adapun ongkos 1 kilowatt adalah Rp 1.476. Dengan demikian, hanya perlu Rp 113 untuk jarak tempuh 1 kilometer.

"Di Pulau Bali dan Pulau Jawa, baterai untuk kendaraan sejenis sudah dipakai tiga tahunan. Tidak ada masalah," tutur pemilik diler Selis Mahakam, Muhammad Zainuri, kepada kaltimkece.id. Prinsipnya, kata dia, sebelum baterai habis harus diisi. Sepeda listrik harus rajin-rajin dipakai dan jangan dibiarkan baterai kosong untuk waktu yang lama. Itu tip agar baterai awet.

Zainuri mengajak kaltimkece.id berkeliling Jalan Biawan dan Jalan Lambung Mangkurat. Rute ini sekitar 5 kilometer. Tak ada suara mesin ketika saklar baterai dinyalakan. Hanya lirih dinamo berputar sejurus putaran grip gas. Kendaraan yang kami tumpangi dimuati tiga orang dengan berat total 170 kilogram. Di jok belakang, dua penumpang dewasa duduk berimpit.

Memasuki tikungan yang sedikit landai, setang berbelok mulus namun sedikit bergetar. Selebihnya, hanya getaran benda plastik ketika menghantam jalan rusak. Sebagai catatan, mengendarai Selis New Balis berarti tidak leluasa menyalip. Harus memperhatikan kiri kanan, spion kiri dan kanan, seperti halnya mengemudikan mobil.

Siang itu, Jalan Biawan dan Jalan Lambung Mangkurat memang sedang padat karena waktu pulang sekolah. Kendaraan sempat berhenti di kemacetan. Putaran mesin cukup halus seiring pelintiran gas. Pengereman cakram di tiga roda pun terasa mumpuni. Dari kecepatan 40 ke 20 kilometer per jam hanya perlu kurang dari dua detik. Ketika tuas rem ditekan, daya listrik otomatis terhenti.

"Jadi walaupun gas ditarik dalam-dalam, tetapi jika rem ditekan, tetap tidak jalan," ucap Zainuri. Banyak mata mamandangi kami di dalam kendaraan ketika Zainuri memberi penjelasan. Tak sedikit yang berbisik seraya mengambil gambar. Bahkan, kami beberapa kali disapa di lampu merah.

kaltimkece.id juga mengamati performa mesin listrik. Selepas lampu merah dan jalanan lowong, hanya perlu 14 detik mencapai kecepatan puncak yaitu 55 kilometer per jam. Melewati tanjakan Jembatan Lambung Mangkurat pun tak khawatir. Kendaraan masih melaju di kecepatan 25 kilometer per jam. Syaratnya, tuas gardan ganda di samping pengendara harus ditarik.

"Saya coba sendirian lewat di tanjakan Gunung Manggah saat macet, masih kuat menanjak ke puncak," jelas Zainuri.

Atas semua fitur ini, Selis New Balis dilego Rp 48 juta di Samarinda. Sudah dua unit yang laku di Kota Tepian. Diler Selis Mahakam pun mulai ramai. Dalam tiga jam, lebih 10 orang berkunjung. Kebanyakan mereka tertarik dengan desain kendaraan yang tak umum.

"Sementara ini harus cash. Kami masih membangun kerja sama dengan leasing biar bisa dicicil," jelas Zainuri yang baru membuka diler sepekan ini. Menurut rencana, dilernya segera dilengkapi fasilitas servis dan suku cadang. (*)

Editor: Fel GM

Baca juga update berita ini:
 
folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar