Terkini

Jembatan Rp 50 miliar untuk Akses Jalan Ambles di Loa Kulu, Pemkab Kukar Tunggu Suntikan APBN

person access_time 2 weeks ago remove_red_eyeDikunjungi 1661 Kali
Jembatan Rp 50 miliar untuk Akses Jalan Ambles di Loa Kulu, Pemkab Kukar Tunggu Suntikan APBN

Longsor di Loa Kulu menunggu penanganan. (Fachrizal Muliawan/kaltimkece.id)

Penanganan jalan ambles di Loa Kulu masih digodok. Sejumlah opsi mengemuka.

Ditulis Oleh: Fachrizal Muliawan
08 Oktober 2019

kaltimkece.id Dua kawasan di Kecamatan Loa Kulu mengalami abrasi parah. Tepatnya di Dusun Bakungan dan Dusun Margasari, Desa Jembayan. Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kukar bersama Balai Pelaksanaan Jalan Negara (BPJN) XII menggelar rapat pada Selasa, 8 Oktober 2019.

Sebagai informasi, longsor di Desa Bakungan terjadi 2015 silam. Sedangkan di Desa Margasari terjadi dua kali selama 2019. Kejadian pertama pada Agustus. Sementara kejadian kedua pada September. Lokasi keduanya tak terlalu jauh. Hanya sekitar 100 meter.

Dalam pembahasan antara Pemkab Kukar dan BPJN XII, Desa Bakungan diberikan tiga opsi. Pertama, memperbaiki jalan alternatif milik perusahaan yang selama ini dipakai pengguna jalan. Opsi kedua, membangun jalan tepat di tengah-tengah kawasan ambles dan jalan alternatif.

Menurut Sekretaris Kabupaten Kukar Suggono, opsi tersebut mesti membongkar rumah warga. Jika diterapkan, wajib dianggarkan untuk relokasi. Sementara opsi ketiga, membangun jembatan di lokasi jalan yang longsor.

Baca juga:
 

Dari tiga opsi itu, Sunggono menilai opsi ketiga yang paling memungkinkan. "Anggarannya pun lumayan, bisa Rp 50 miliar untuk bentang jembatan sepanjang 100 meter," ucapnya.

Menurut dia, Rp 50 miliar untuk APBN bukanlah hal serius. Apalagi bila dibanding kontribusi Kukar ke pemerintah pusat selama ini. Sayangnya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III tidak hadir dalam rapat tersebut. Sehingga penanganan awal Dusun Margasari belum sepenuhnya dibahas.

Bagian Dusun Margasari yang longsor merupakan daerah sempadan sungai. Tupoksi dari BWS Kalimantan III. "Dari beberapa koordinasi, skenario agar daerah tersebut tak abrasi sedang direncanakan," tuturnya.

Pemkab Kukar meminta Pemprov Kaltim menghadirkan BWS untuk penanganan tersebut. "Insya Allah sudah ada rancangannya. Untuk cerucuk biayanya kurang lebih Rp 9,5 miliar,” paparnya.

Untuk sementara ini, bagian tanah yang abrasi dipasang terpal. Menjulur hingga ke sungai. Sehingga tanah tak semakin tergerus ketika hujan. Juga saat diterpa gelombang sungai.

“Kemarin waktu dipasang malah hilang. Makanya sekarang saya bilang untuk dipasang pemberat supaya tidak hilang lagi,” terangnya.

Sedangkan untuk penanganan Desa Margasari, empat rumah kawasan longsor akan dibongkar. Sekkab telah menyampaikan kepada pihak kecamatan untuk menyosialisasikan hal itu. “Pilihannya apakah bongkar sendiri atau pemkab bantu. Kalau minta tolong perusahaan mungkin ada ongkos untuk membantu,” pungkasnya.

Masih Pakai Jalan Alternatif

Kepala Desa Jembayan Syamsu Arjali, menuturkan bahwa saat ini jalan alternatif diperuntukan kendaraan roda empat. Masih tak diperkenankan melintas di jalan poros Loa Janan-Loa Kulu. "Kendaraan roda empat ke atas dialihkan ke eks jalan hauling milik PT BKS," ujarnya.

Penjagaan di jalan poros Loa Janan-Loa Kulu terus dilakukan. Sebagai pencegahan salah satu faktor amblesnya tanah di wilayah sempadan sungai tersebut. Tak dimungkiri, dengan melewati jalan alternatif itu, kendaraanmesti memutar hingga 4-5 kilometer. Plus, jalan cukup berbatu.

Kini, kata dia, sudah diberi tanda agar kendaraan roda empat ke atas sebaiknya memutar. Melewati Jembatan Mahulu. Meski demikian, ada satu lagi jalan alternatif. Yakni melewati sebuah gang. Namun, perlu dibuatkan jembatan. Jalan juga mesti dilebarkan agar bisa dilintasi mobil. "Ini hanya untuk mobil penumpang," pungkasnya. (*)

Dilengkapi oleh: Fitri Komariah

Editor: Bobby Lolowang

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar