Terkini

Yang Tak Terlihat di Layar Kaca saat Debat: Misteri Kertas Pertanyaan

person access_time 10 months ago remove_red_eyeDikunjungi 2920 Kali
Yang Tak Terlihat di Layar Kaca saat Debat: Misteri Kertas Pertanyaan

Para kandidat gubernur dan wakil gubernur Kaltim salat magrib berjamaah sebelum debat. (foto: kaltimkece)

Selain lenyapnya kertas pertanyaan, para pendukung harus melewati jalan panjang mengikuti siaran langsung. Banyak peristiwa tidak terekam di layar kaca.

Ditulis Oleh: Muhammad Yamin
27 April 2018

kaltimkece.id Seorang kru Metro TV bertubuh tambun dengan stoples di tangan buru-buru ke atas panggung ketika debat publik Pemilihan Gubernur Kaltim hendak dibuka. Di dalam stoples fish ball, wadah yang biasanya dipakai sebagai akuarium mini, seharusnya tersedia delapan gulungan kertas. Empat pasangan calon, tiap-tiap pasangan mendapat dua kali kesempatan, akan mengambil undian yang berisi pertanyaan dari tim pakar.

Rabu, 25 April 2018 tepat pukul 19.00 WIB di studio Metro TV, Andini Effendi selaku pemandu debat memulai acara. Semua baik-baik saja hingga memasuki bagian pertanyaan. Ketika kandidat Isran Noor-Hadi Mulyadi mengambil undian terakhir, kertas pertanyaan tidak ditemukan di dalam stoples. Padahal, Hadi Mulyadi sudah berulang kali mengaduk stoples berisi bulir-bulir styrofoam. Kertas pertanyaan tetap tidak juga ditemukan. 

Andini Effendi tak kalah bingung. Begitu halnya seluruh kru Metro TV di luar stage.

"Mungkin pertanyaannya disembunyikan," celetuk Isran Noor disambut gelak tawa penonton di studio. Andini masih yakin, kertas undian ada di dalam stoples. Presenter jelita itu mengambil stoples dan mencarinya sendiri. Tidak ada juga. Dia lalu melirik kru Metro TV yang lain sebelum mengumumkan jeda pariwara beberapa detik kemudian. 

Ketika iklan disiarkan, lima kru Metro TV tergopoh-gopoh menuju panggung. Mereka memeriksa stoples berkali-kali. Kertas pertanyaan, nyatanya, memang tidak ada. "Bukan salah saya dan Bapak (Hadi Mulyadi). Kertas undian memang tidak ada," tutur Andini. Sebagian penonton terkekeh-kekeh. 

Segulung kertas kecil kemudian dimasukkan kru Metro TV tanpa diaduk. Debat publik dilanjutkan dan siaran kembali live. Hadi Mulyadi mengambil "pertanyaan yang hilang" itu, yakni, Kaltim yang menempati posisi ketiga di Indonesia dalam peredaran narkoba. 

Bagaimana lembar pertanyaan di dalam stoples hilang, atau kurang? Hanya ada dua jawaban. Pertama, ada gulungan yang terselip ketika panitia mengisi stoples. Kedua, ada kandidat yang mengambil dua gulungan sekaligus dan tidak ketahuan. 

Kemungkinan besarnya, panitia hanya memasukkan delapan pertanyaan atau sama persis dengan jumlah kandidat. Padahal, jika kertas pertanyaan di dalam stoples dilebihkan, misalnya 10 pertanyaan, tidak ada juga salahnya. Tim pakar hanya perlu menambah dua pertanyaan acak. Tentu saja lebih baik pertanyaan tersisa alih-alih kekurangan sehingga mengganggu acara. 

Sebelum Siaran Langsung

Rusmadi dan Safaruddin dari nomor urut empat adalah pasangan calon yang pertama tiba di Metro TV, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Para pendukung pasangan yang mengusung slogan Kaltim Bermartabat itu lebih dulu tiba menumpangi bus sebelum senja. Berikutnya, satu per satu pasangan calon berdatangan diikuti gerombolan insan pers. 

Azan magrib yang berkumandang sayup-sayup di gedung Metro TV menggerakkan seluruh kandidat mengambil air wudu. Mereka  salat bersama para kru dan petugas kepolisian di sebuah musala kecil. Rizal Effendi, Syaharie Jaang, Hadi Mulyadi, Safaruddin, dan Rusmadi, di saf yang sama. 

Baca juga: Di Balik Tergelincir Lidah Rp 1 Triliun untuk Satu Desa

Di luar gedung, seluruh pendukung pasangan calon tertahan di gerbang studio. Mereka harus berbaris dengan rapi melewati pemeriksaan deteksi logam. Para pendukung yang selesai diperiksa masuk ke lantai satu. Setelah sesi wawancara para paslon selesai, barulah pendukung boleh naik ke studio di lantai tiga.

Presenter Andini Effendi muncul di panggung ketika para pendukung sudah memenuhi kursi. Andini memanggil keempat pasangan yang masih duduk di ruang tunggu. Tepuk tangan bergemuruh menyambut kedatangan kandidat.

"Tepuk tangan ini pemanasan saja supaya tidak terlalu tegang. Acara belum dimulai, kok," pekik manajer produksi debat publik. Para pendukung yang sadar bahwa itu hanya latihan lalu tertawa dengan hangat. Wajah sebagian mereka ada pula yang tersipu-sipu. 

Lelaki yang tadi mengumumkan "latihan tepuk tangan" lalu mempersilakan seluruh paslon mengambil undian. Petik kertas sebelum siaran langsung itu untuk menentukan sesi tanya jawab. Cagub bertanya kepada cagub, cawagub bertanya kepada cawagub. Hasilnya istimewa. Baik undian cagub maupun cawagub, hasilnya sama. Paslon 1 melawan paslon 3, nomor 2 bertemu nomor 4. 

Baca juga: Debat Kandidat di Masa Lalu, Bawa Foto SD Rusak hingga Jurus Diam

Andi Sofyan Hasdam, cagub nomor urut 1, berhadapan dengan Isran Noor dari nomor urut 3. Begitu juga wakil mereka, Rizal Effendi dan Hadi Mulyadi. Di lain sisi, pasangan nomor urut 2, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat, bertemu dengan kandidat nomor 4, Rusmadi-Safaruddin. (*)

Editor: Fel GM

folder_openLabel
shareBagikan Artikel Ini


Artikel Terkait


Tinggalkan Komentar